Menu Kuliah Hari Kamis, 24 Nopember 2011

24 11 2011

Analisis Perancangan Usaha(3 SKS)
oleh Bapak Nugroho Priyo Negoro ST., SE.

ANALISIS RESIKO

Dalam dunia usaha resiko merupakan kemungkinan terjadinya sesuatu yang dapat menghambat kelangsungan proses bisnis.Selain itu masih banyak lagi definisi resiko. Secara garis besar resiko merupakan hal yang harus dihindari atau diminimalisir agar suatu proses dapat berjalan dengan baik.
Resiko akan memunculkan suatu respon dari suatu kondisi. Munculnya resiko tersebut merupakan wujud dari adanya sensitivitas dari setiap kriteria yang ada. Sensitivitas ini akan berguna untuk memberikan penilaian terhadap munculnya faktor ketidakpastian. Sensitivitas merupakan suatu pendekatan yang berupaya untuk memastikan atau memberikan penilaian agar aspek tertentu mempunyai bobot tertentu, sehingga dapat deperinci menjadi pasti.
Dalam dunia usaha analisis resiko dapat meliputi 4 hal, yaitu;
– Faktor Operasional
– Faktor Finansial
– Faktor Hazard(Eksternalitas)
– Faktor Strategis
Setiap resiko akan menghasilkan konsekuensi, dari konsekuensi tersebut selanjutnya dilakukan adjustmen tentang peluang terjadi resiko tersebut beserta referensi yang menunjang pada perusahaan yang sejenis. Langakah adustmen hingga penilaian masing-masing resiko merupakan proses yang bersifat subyektif. Subyektivitas tersebut dapat digeneralisir dengan melakukan pembobotan sebagaimana pada perusahaan lain.

Manajemen Lingkungan (3 SKS)
oleh Prof. Dr. Ir. Udisubakti Ciptomulyono, M. Eng, M.Sc

Intermezo beliau tentang pengelolaan lingkungan yang dilakukan di daerah Bunakaen. Menurut cerita beliau di sana ada semacam perusahaan dengan konsep sangat ramah lingkungan dan memiliki nilai sosial yang tinggi. Perusahaan tersebut memproduksi gula dengan bahan dasar dari nira. Produk yang dihasilkan adalah produk gula aren. Produk gula aren ini merupakan komoditas ekspor dengan potensi pasar yang tinggi di Eropa. Menurut penuturan pak Udi permintaan dari Eropa sanagt tinggi terbukti berapapapun yang diproduksi jumlah gula aren tersebut selalu terjual.
Konsep yang digunakan dalam produksi aren memadukan keunggulan sosial dan isu lingkungan. Isu lingkungan tersebut diangkat dari mekanisme produksi yang bermoto zero waste. Selain itu energi yang digunakan untuk proses produksi tersebut berasal dari geothermal. Penggunaan geothermal ini secara tidak langsung akan meminimumkan penggunaan bahan bakar fosil yang selama ini di eksploitasi secara terus menerus. Penerapan konsep isu lingkungan ini memberikan peluang baru bagi produk gula aren produksi Bunaken untuk bersaing di Eropa. Konsep isu lingkungan tersebut juga didukung dari keberadaan kebijakan CSR yang menggunakan konsep memanfaatkan keuntungannya perusahaan CSR. CSR yang dilakukan dengan melakukan pembiayaan terhadap kelangsungan proses pendidikan di ITM(Institut Teknologi Minahasa).

with Smile


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: