TUGAS I (STATISTIK INDUSTRI I)

4 11 2011


3. Identify below each item of numerical information as either quantitative or qualitative.
 Date of birth : Qualitative
 Age : Quantitative
 Weight : Quantitative
 Height : Quantitative
 Employee number : Qualitative
 Phone number : Qualitative
 Street address : Qualitative
 Years of professionals experience : Quantitative

4. Jelaskan definisinya dan beri contoh!

 Sample : Bagian dari populasi yang memunyai suatu ukuran yang dinamakan statistik yang umumnya digunakan untuk membuat suatu kesimpulan umum.
Salah satu contoh dari sampel adalah pada pengujian kualitas produk suatu perusahaan. Yang dianggap sebagai populasi di sini adalah keseluruhan produk yang diproduksi perusahaan tersebut. Sedangkan sampelnya adalah beberapa unit produk tersebut. Misalnya dari total keseluruhan produk dimbil 50 unit sebagai contoh untuk pengujian. Jadi 50 unit produk tersebut disebut sampel.
 Non Probability Sample
Yaitu suatu sampel yang dipilih sedemikian rupa dari populasi sehingga tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel karena umumnya sampel tersebut diambil dengan pertimbangan khusus.
Contoh dari Non Probability Sample (sampel non probabilitas) adalah misalnya penelitian tentang terigu maka sampel yang sengaja diambil adalah PT Bogasari dengan pertimbangan bahwa PT Bogasari merupakan perusahaan yang paling besar dan dominan dalam industri terigu dengan pangsa pasar lebih dari 40%.

• Judgement
Yaitu penarikan sample berdasarkan penilaian terhadap karakteristik anggota sample yang disesuaikan dengan tujuan penelitian.
Judgement Sampling, misalnya digunakan pada penelitian air minum kemasan maka sampel yang sengaja dipilih oleh peneliti misalnya PT Aqua, dengan pertimbangan bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan terbesar dan paling dominan dalam industri air minum kemasan serta merupakan pioneer perusahaan air minum kemasan di Indonesia.
• Convenience
Yaitu penarikan sample berdasarkan keinginan peneliti sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan kata lain, convenience sampling merupakan cara mengumpulkan informasi dari elemen-elemen populasi yang tersedia dengan tidak perlu susah-payah.
Convenience Sampling, misalnya pada penelitian kegemaran masyarakat suatu produk di atas produk lain. Sebagai contoh pada kontes “freshtea” yang merupakan salah satu perusahaan teh dalam kemasan. Kontes ini dilakukan di pusat pembelanjaan modern (shopping malls) dengan alasan lebih mudah menemui orang-orang di shopping malls daripada di tempat lain sehingga informasi dapat diperoleh dengan mudah.
 Probability Sample
Yaitu suatu sampel yang dipilih sedemikian rupa dari populasi sehingga masing-masing anggota populasi memiliki probabilitas atau peluang yang sama untuk dijadikan sampel.
Salah satu contoh Probability Sample adalah pada kasus pemilihan sampel perbankan yaitu apabila dari 138 bank mempunyai peluang yang sama yaitu 0,007(1/138), artinya setiap masing-masing bank memiliki peluang yang sama untuk menjadi sample.

• Simple Random
Yaitu pengambilan sampel dari populasi secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi dan setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel.
Contoh : apabila kita akan menentukan jumlah atau kuantitas pembelian barang konsumsi, misalnya makanan, maka kita mencobanya terlebih dahulu dengan mencicipi makanan tersebut dalam jumlah yang sedikit dan kemudian kita memutuskan untuk membeli sejumlah tertentu berdasarkan hasil pencicipan makanan tersebut.
• Stratified
Yaitu pengambilan sampel dari populasi dengan membagi anggota populasi dalam beberapa sub kelompok yang disebut strata yang kemudian dari masing-masing stratum tersebut dipilih sebuah sampel.
Stratified sampling misalnya digunakan untuk menangani masalah personalia, seperti motivasi karyawan. Untuk menangani masalah personalian di suatu perusahaan tentunya tidak dapat dilakukan kepada seluruh karyawan secara bersamaan dengan karakteristik yang sama karena setiap jabatan di suatu perusahaan memiliki parameter yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dilakukan metode stratified sampling untuk mengelompokkan dan memeriksa setiap karyawan di masing-masing jabatan.
• Systematic
Yaitu penarikan sampel dari populasi dengan menyusun setiap unsur atau anggota dalam populasi dengan menggunakan cara tertentu secara alfabetis, dari besar kecil atau sebaliknya, yang kemudian dipilih suatu titik awal secara acak lalu setiap anggota ke-n dari populasi tersebut dipilih sebagai sampel.
Contoh : apabila akan dipilih 5 perusahaan reksadana maka dalam systematic sampling dilakukan beberapa langkah, yaitu menentukan nomor urut, menentukan jarak antar sampel, kemudian menentukan sampel yang diinginkan, misalnya yang dipilih sebagai sampel adalah nomor urut 1, 13, 25, 37, dan 49, dimana antara sampel satu dengan yang lain memiliki jarak yang sama dan sistematis.
• Cluster
Yaitu teknik memilih sampel dari kelompok unit-unit yang kecil (cluster) dari sebuah populasi yang relatif besar dan tersebar luas di mana anggota dari setiap cluster bersifat tidak homogen.
Salah satu contoh dari Cluster sampling adalah pada kasus penilaian terhadap lembaga keuangan di Indonesia. Lembaga keuangan tersebut misalnya dibagi menjadi lembaga perbankan, lembaga asuransi, dan lembaga efek. Dalam cluster sampling, data tersebut dikelompokkan misalnya cluster I daerah Jawa (dengan 6 lembaga keuangan; 4 perbankan, dan 1 efek), cluster II untuk daerah Sumatra (dengan 5 lembaga keuangan; 2 perbankan, dan 2 asuransi, dan 1 efek), dan cluster III untuk Kalimantan (dengan 5 lembaga keuangan; 1 perbankan, 3 asuransi, dan 1 efek). Dengan demikian, setiap anggota dari populasi tidak dikelompokkan sesuai sifatnya.

5. Give an example of a population of interest to a business manager. Do you think that a business manager would prefer to select a sample from this population or take a census? Why?

Populasi dan sampel merupakan hal yang sangat terkait dan dibutuhkan dalam berjalannya suatu perusahaan. Salah satunya dalam perusahaan yang kesehariannya selalu memproduksi barang yang sejenis (homogen). Penerapan populasi dan sampel dapat kita lihat dalam uji kelayakan dan mutu (Quality Control) dari barang yang telah diproduksi. Dalam pengujian ini para manajer bisa melakukan sebuah analisa untuk memeriksa kualitas dan mutu barang yang telah diproduksi untuk mengetahui apakah dalam setiap kurun waktu tertentu barang-barang yang dihasilkan telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam menganalisa pengujian kualitas dan mutu barang yang homogen jarang sekali menggunakan sensus dan kebanyakan dilakukan dengan cara mengambil sampel dari populasi barang tersebut. Misalnya dalam suatu perusahaan yang memproduksi minyak pelumas kendaraan. Perusahaan tersebut selalu memproduksi kemasan atau wadah dari minyak pelumas tersebut dengan keadaan yang relatif sama ukurannya. Untuk melakukan pengujian maka kita ambil sampel dari botol-botol pelumas dengan ukuran 2 liter dalam kurun waktu produksi tertentu secara acak. Maka dalam penelitian tersebut kita akan menjumpai hasil yang memiliki bermacam-macam kemungkinan. Dari mulai hasil yang menjelaskan bahwa kualitas produk tersebut sudah sesuai standar bahkan juga dapat menghasilkan data yang menunjukkan terdapatnya cacat atau kualitas yang tidak sesuai dari produk minyak pelumas tersebut. Misalnya, terdapat ketidaksesuain dalam pengisian minyak pelumas ke dalam botol yang bisa diakibatkan oleh kerja mesin yang salah ataupun kondisi botol sendiri yang tidak ideal dan tentunya dapat merugikan perusahaan atau penurunan mutu barang. Selain itu, statistic juga dilakukan ketika quality control diterapkan dalam pengendalian mutu avtur yang merupakan bahan bakar pesawat. Dari mulai penyimpanan, distribusi hingga sebelum disalurkan ke dalam pesawat semua mengalami pengenalian mutu terlebih dahulu. Dengan berbagai tahapan dalam prosesnya maka untuk mempersingkat waktu diambillah sampel sebagai objek untuk menentukan kesimpulan untuk semua populasi avtur tadi apakah sudah memenuhi syarat standarnya. Dalam melakukan Quality Control ini digunakan data statistik karena dengan produksi barang yang bersifat homogen tidak diperlukan analisa secara keseluruhan. Selain bisa menghemat waktu dan biaya, dengan barang yang homogen maka dalam proses produksi dengan mesin akan berlangsung relatif tetap sehingga beberapa sampel dalam jangka waktu produksi tertentu sudah dapat mewakili populasi secara keseluruhan. Dalam hal ini populasi adalah keseluruhan produk minyak pelumas yang dihasilkan perusahaan. Sedangkan yang merupakan sampel adalah beberapa produk minyak pelumas yang dipilih untuk penelitian. Dalam hal ini metode sampling termasuk probability sampling.

Referensi
Sarwoko. 2007. Statistik Inferensi. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET
Suharyadi & Purwanto S.K. 2004. Statistika untuk Ekonomi & Keuangan Modern. Jakarta: Salemba Empat
http://aviation.pertamina.com/files/Indonesia/quality_control.asp last accessed at 17/02/2009
http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1291&Itemid=507 last accessed at 17/02/2009


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: