TUGAS Bahasa Indonesia

4 11 2011

1. Persoalan yang dipaparkan dalam teks SDM Indonesia dalam Persaingan Global adalah:
Kondisi Sumber Daya Manusia Indonesia yang kurang mampu bersaing dalam era globalisasi. Hal tersebut merupakan dampak dari kurangnya perhatian pemerintah untuk menciptakan SDM yang terampil dan berdaya saing tinggi. Akar permasalahan dari fenomena rendahnya mutu SDM Indonesia adalah ketimpangan antara jumlah kerja dengan angkatan kerja yang tersedia dan tingkat pendidikan angkatan kerja yang relatif rendah. Kondisi ini semakin diperparah dengan krisis ekonomi yang berkepanjangan sehingga berimplikasi pada rendahnya kesempatan kerja pada lulusan perguruan tinggi. Selain itu kurangnya partisipasi perguruan tinggi dalam memfasilitasi terciptanya iklim pendidikan yang berorientasi pada pengembangan jiwa wirausaha juga berdampak pada rendahnya kreativitas mahasiswa untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang baru.
2. Menurut saya pemaparan yang disampaikan pada teks yang berjudul SDM Indonesia dalam Persaingan Global sangat tepat. Saya sangat setuju dengan penjelasan hal-hal yang berpengaruh pada rendahnya mutu SDM Indonesia pada globalisasi saat ini memang dikarenakan rendahnya kesempatan kerja dan rendahnya tingkat pendidikan angkatan kerja. Namun apabila dilakukan penulusuran lebih lanjut permasalahan SDM Indonesia ini cenderung dipengaruhi oleh adanya pola pikir dan budaya bangsa Indonesia yang kurang benar. Misyalnya pemikiran seorang lulusan perguruan tinggi yang selalu berpikiran sebagai objek pekerjaan bukan sebagai subjek pekerjaan. Hal tersebut merupakan cerminan dari adanya kesalahan pola pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Menurut saya persoalan tentang rendahnya mutu SDM bangsa Indonesia dapat terselesaikan secara komprehensif jika pembenahan tersebut diawali pada perbaikan sistem pendidikan di Indonesia. Melalui sistem pendidikan yang tertata secara sistematis dan berorientasi pada pengembangan jiwa wirausaha maka secara bertahap perbaikan mutu SDM bangsa Indonesia dapt tercapai. Apabila sistem pendidikan tersebut diterapkan secara kontinyu maka reformasi pada ekonomi bangsa Indonesia akan terwujud.
3. Karangan Ekspositoris
Referensi:
http://www.kadin-indonesia.or.id
http://pse.litbang.deptan.go.id

Potensi Sumber Daya Manusia Indonesia dalam Membangun Perekonomian Nasional

Pada sensus tahun 2004 jumlah penduduk Indonesia mencapai 200 juta lebih. Bahkan Indonesia menduduki urutan keempat negara dengan penduduk terbesar di dunia. Penduduk yang besar merupakan modal pembangunan bangsa karena ketersediaan sumber daya manusia yang melimpah untuk menunjang pelaksanaan pembangunan.
Berdasarkan data BPS jumlah penduduk miskin miskin pada tahun 2004 mencapai 36,1 juta orang dan sebanyak 21,3 juta (58,8%) berprofesi sebagai petani. Dengan demikian perlu adanya program pemerintah secara terpadu untuk memajukan sektor pertanian dalam rangka membangun perekonomian nasional.
Secara alamiah perekonomian Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh rata-rata 6,3% selama kurun waktu 2010-14. Dengan modal politik lebih baik daripada lima tahun lalu dan prospek pemulihan ekonomi dunia menunjukkan tanda-tanda cukup menggembirakan, berdasarkan kondisi tersebut maka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,9% kemungkinan besar dapat terwujud.
Sumber daya manusia yang handal merupakan unsur penting bagi pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi sasaran strategis pembangunan. Pengalaman empiris menunjukkan bahwa kemajuan suatu bangsa lebih disebabkan kualitas manusianya daripada kekayaan sumber daya alam, panjang-pendeknya sejarah, atau ukuran wilayah negara. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, kebijakan pendidikan yang berorientasi pada output harus menjadi bagian dari kerangka strategi pembangunan secara keseluruhan. Orientasi pada output sudah waktunya dilakukan, karena dalam soal input(jumlah gedung sekolah, rasio guru-murid, dan sebagainya) Indonesia tidak kalah dari negara-negara lain; namun dalam soal output, seperti penguasaan bahasa dan kecakapan matematika para siswa dan kemampuan penyelesaian masalah (problem solving), kita ternyata masih tertinggal.
Unsur yang saling terkait dan bersejajaran bahu membahu dengan kebijakan pendidikan adalah kebijakan di bidang kesehatan. Indonesia mutlak memerlukan suatu sistem pendanaan kesehatan secara berkelanjutan dan terencana, untuk meningkatkan akses semua warga terhadap pelayanan kesehatan. Hanya orang-orang yang sehat yang dapat belajar, bekerja dan berkontribusi secara optimal bagi keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu pembangunan perekonomian nasional hanya dapat terwujud apabila ditunjang pembangunan pada sektor layanan kesehatan dan pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: