Reformasi SDM dan Sarana Perkeretaapian Indonesia

4 11 2011


Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luasan mencapai 9,8 juta km (termasuk perairan) dan jumlah penduduk yang cukup besar yaitu 215,28 juta jiwa (tahun 2003). Dengan jumlah penduduk demikian besarnya, maka sangat wajar apabila perjalanan penumpang dan barang yang diperlukan sangat besar jumlahnya. Hal tersebut dapat ditunjukkan dari hasil Survei O-D Nasional tahun 2001 (Departemen Perhubungan), yang menunjukkan angka 3,8 milyar perjalanan penumpang per tahun untuk perjalanan antar kabupaten, yang meliputi matra darat, laut dan udara. Hal yang sama juga terjadi pada perjalanan barang yang menunjukkan angka 2,4 milyar ton per tahun untuk ketiga matra dan pada tataran antar kabupaten (belum termasuk perjalanan internal kabupaten/kota). Jumlah yang luar biasa besarnya tersebut untuk saat ini masih didominasi oleh transportasi darat dengan prosentase sebesar 99% untuk penumpang dan 97% untuk barang.
Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa sektor transportasi darat memainkan peranan utama dalam roda kehidupan masyarakat Indonesia dalam mobilisasi penumpang maupun barang. Meskipun demikian perhatian pemerintah terhadap berbagaimacam sarana penunjang transportasi darat masih kurang. Sampai saat ini masih sering kita temui berbagai macam bentuk pengaduan masyarakat terhadap layanan transportasi publik terutama transportasi darat. Berdasarkan fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa usaha pemerintah untuk memberikan pelayanan sarana transportasi masih kurang.
Salah satu sarana transportasi darat yang paling sering digunakan untuk mobilisasi barang dan penumpang adalah kereta api. Apabila dibandingkan dengan sarana transportasi darat lainnya kereta api dapat dikatakan sebagai transportasi publik yang utama. Berdasarkan data dari PT Kereta Api diketahui bahwa pada tahun 2010 jumlah penumpang yang memanfaatkan jasa kereta api sebanyak 227,95 jiwa. Selain itu tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api dapat dilihat dari ludesnya tiket kereta api satu bulan menjelang arus mudik dimulai. Memang sudah rahasia umum jika transportasi publik kereta api merupakan transportasi yang paling terjangkau untuk seluruh lapisan masyrakat karena biayanya relatif paling murah jika dibandingkan dengan transportasi darat lainnya. Ditinjau dari segi kenyamanan penumpang memang kereta api memiliki tingkat kenyamanan yang sedikit rendah tingkatannya dibandingkan sarana transportasi darat lainnya. Sering kita temukan di lapangan kondisi tidak ideal dalam kereta api seperti tidak berfungsinya toilet sebagaimana mestinya, lampu penerangan gerbong yang padam, kursi duduk yang lusuh, sampah yang berserakan dan jendela kereta api yang rusak.
Meskipun demikian keberadaan sarana transortasi kereta api memang masih tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia untuk bepergian dengan berbagai macam batasan yang ada. Daya tarik biaya perjalanan yang ekonomis masih menjadi magnet utama dalam memilih sarana transportasi yang digunakan. Namun seiring meningkatnya intensitas kecelakaan kereta api yang terjadi menyebabkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan transportasi kereta api berkurang. Berdasarkan data dari Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan selama kurun waktu 2004-2008 terjadi rata-rata 115 kecelakaan pertahunnya baik tabrakan antar kereta api, tabrakan kereta api dengan kendaraan bermotor maupun kereta yang anjlok. Faktor penyebab kecelakaan tersebut bervariasi antara lain 35% kesalahan SDM operator, 23% sarana, 20% faktor eksternal, 18% prasarana dan 4% faktor alam. Ditinjau dari jumlah korban memiliki kecenderungan untuk meningkat setiap tahunnya baik korban meninggal, luka ringan maupun luka berat.
Ditjen Perkeretaapian sebagai lembaga yang menaungi segala hal yang berkaitan dengan kereta api harus segera melakukan perbaikan menyeluruh baik pada SDM, sarana dan prasarana yang terkait. Perbaikan tersebut tentunya memerlukan anggaran yang cukup besar agar dapat terlaksana dengan optimal. Pada tahun 2010 pemerintah menganggarkan Rp 3,73 triliun untuk pembangunan sarana perkeretaapian. Meskipun masih terlalu kecil bila dibandingkan dengan alokasi pembangunan sarana jalan raya tetapi apabila dana tersebut dapat dioptimalkan maka mimpi untuk mewujudkan sarana kereta api yang aman dan nyaman akan segera terwujud. Dengan kata lain reformasi perkeretaapian harus dilakukan secara menyeluruh dan bertahap. Proses reformasi ini harus dilakukan dengan desain dan prioritas pembenahan yang tepat.
Tahapan awal reformasi perkeretaapian tersebut adalah dengan pembenahan sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Ditjen Perkeretaapian. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan dengan perbaikan sistem perekrutan tenaga kerja yaitu dengan menerapkan standarisasi dan seleksi yang ketat untuk pegawai Ditjen Perkeretaapian. Selanjutnya mengadakan pelatihan-pelatihan yang mampu mengembangkan softskill dan hardskill pegawai sehingga menunjang untuk penciptaan budaya kerja yang berorientasi pada costumer satisfaction. Di sisi lain perlu diadakan pemberian gaji dan tunjangan bagi pegawai Ditjen Perkeretaapian yang sepadan dengan tanggungjawab profesi yang dijalankan atau dengan kata lain perlu dilakukan perbaikan kesejahteraan pegawai Ditjen Perkeretaapian. Melalui langkah-langkah strategis tersebut penguatan pondasi internal Ditjen Perkeretaapian akan tercapai.
Tahapan reformasi berikutnya adalah pembenahan sarana dan prasarana perkeretaapian. Pembenahan tersebut dimulai dengan penerapan teknologi-teknologi yang terotomasi. Melalui teknologi terotomasi tingkat humman error pada saat pelaksanaan kerja dapat diminimalisir. Selain itu juga perlu dibentuk suatu tim ahli yang bertugas untuk melakukan penelitian dan studi pengembangan teknologi perkeretaapian. Melalui studi pengembangan ini nantinya diharapkan dapat ditemukan alternatif-alternatif kebijakan strategis yang dapat menjadikan operasi perkeretaapian menjadi lebih efisien dan efektif.
Selain pembenahan pada bidang prasarana penunjang perkeretaapian juga mendesak untuk segera dilakukan perbaikan. Dalam proses perbaikan prasarana penunjang perkeretaapian harus dilakukan secara bertahap karena sebagian besar sarana perkeretaapian Indonesia sudah waktunya untuk diganti. Sarana yang medesak untuk segaera dibenahi adalah rel kereta api beserta bantalannya. Saat ini masih banyak lintasan kereta api yang menggunakan bantalan dari kayu padahal sudah sering terjadi kecelakaan yang diduga akibat kerusakan bantalan yang terbuat dari kayu. Selain itu pembenahan sarana dalam kereta api yang menunjang kenyamanan penumpang pada saat perjalanan harus dilakukan maintenance secara rutin. Langkah tersebut misalnya melalui inspeksi dan studi kelayakan sarana yang terdapat di dalam gerbong kereta api. Adanya uji kelayakan sarana dan prasarana perkeretaapian juga akan memberikan jaminan kepercayaan kepada penumpang terhadap tingkat keamanan kereta api yang digunakan.
Saat ini proses reformasi dalam bidang Sumber Daya Manusia dan Sarana Perkeretaapian Indonesia mendesak untuk segera dilaksanakan. Apabila dua buah tahapan reformasi tersebut dilakukan secara konsisten dan terintegrasi maka citra positif angkutan kereta api sebagai sarana transportasi yang aman, nyaman dan merakyat akan terwujud. Dengan demikian peranan kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik yang utama akan menjadi kenyataan. Namun itu semua tidak akan terwujud tanpa adanya peran aktif pemerintah yang memiliki peranan vital dalam menentukan arah pembangunan dan penentuan alokasi anggaran. Pemerintah harus memberikan alokasi anggaran yang proporsional baik untuk pengembangan sarana jalan raya dan sarana transportasi darat lainnya terutama sarana kereta api.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: