Keberadaan e- KTP Masih Premature

4 11 2011


Kebijakan penggunaan KTP elektronik atau e-KTP yang dicanangkan akan dimulai pada bulan agustus 2011 masih perlu ditinjau ulang. Pada dasarnya penggunaan e-KTP merupakan solusi yang efektif dan efisien bagi pemerintah untuk mengadakan pemantauan terhadap permasalahan kependudukan. Data kependudukan hampir mutlak diperlukan dalam setiap proses administrasi terutama dalam pelayanan publik. Berbagai instansi dan lembaga pasti membutuhkan data kependudukan dalam memvalidasi dam memverifikasi setiap data yang masuk dalam sistem. Oleh karena itu keberadaan data kependudukan merupakan elemen terpenting dalam proses pengolahan data. Dengan demikian keberadaan e-KTP sebagai media penyimpanan data kependudukan cukup mendesak untuk segera dilaksanakan.
Gagasan e-KTP pada awalnya diilhami dari upaya untuk meminimalisir penyalahgunaan penggunaan kartu identitas. Salah satu bentuk penyalah gunaan tersebut adalah pemalsuan identitas. Sungguh ironis ketika seorang mafia pajak Gayus Tambunan berhasil mengelabui petugas karena memiliki identitas ganda. Dengan e-KTP pemalsuan maupun kepemilikan identitas ganda dapat diberantas. Banyak manfaat yang dapat diperoleh ketika penerapan e-KTP dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya. Kasus Gayus Tambunan menunjukan betapa lemahnya pengawasan pemerintah dalam penggunaan kartu identitas.
Teknologi e-KTP merupakan teknologi yang mengintegrasikan alur informasi pada seluruh instansi dan lembaga baik publik maupun swasta. Jaringan data kependudukan dan aliran informasi merupakan daya tarik tersendiri dari penerapan e-KTP. Kemudahan akses informasi secara cepat, mudah dan praktis merupakan keunggulan e-KTP dibandingan penggunaan KTP konvensional. KTP konvensional memiliki kelemahan dari segi keamanan dan efektivitas waktu ketika diperlukan data kependudukan secara cepat dan tepat.
Meskipun demikian e-KTP masih mempunyai beberapa titik kelemahan. Kelemahan pada e-KTP menyebabkan penerapanaya dapat dikatakan masih terlalu dini atau premature. Kelemahan tersebut memicu berbagai pihak pro dan kontra terhadap penggunaan e-KTP. Keberadaan e-KTP memang menjadi satu terobosan data kependudukan. Namun jika tidak didukung dengan infrastruktur dan sosialiasi yang cukup pada masyarakat justru akan membuat data semakin kacau. Kekacuan data kependudukan ini diperparah denagn pemberlakukan sistem NIK(nomor induk kependudukan).
Faktor kemanan data pada e-KTP sendiri sejauh ini juga masih meragukan. Data kependudukan merupakan hal yang dianggap sesuatu yang menjadi privasi dan rahasia masing-masing individu. Penerapan e-KTP tanpa adanya pembenahan dan perbaiakan secara bertahap justru akan menimbulkan polemik tersendiri dimasyarakat. Polemik e-KTP dapat lahir dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal dapat timbul akibat pengguna e-KTP sedangkan faktor eksternal dapat timbul karena sistem jaringan operator .
Faktor internal dapat berupa kekurang cakapan tiap-tiap individu dalam menggunakan e-KTP. Faktor internal potensial muncul ketika tidak ada sosialisasi penggunaan e-KTP dimasyarakat. Adanya keterbatasan pengetahuan dari sebagian masyarakat akan memicu munculnya permasalahan baru dalam proses pengolahan data. Pengolahan data yang terlalu lama justru akan mengurangi produktivitas kinerja. Selain itu e-KTP juga memerlukan perhatian ekstra dalam implementasinya agar data penduduk tidak dapat dibobol. Pembobolan e-KTP bisa dipergunakan untuk hal-hal yang akan merugikan pemilik identitas sendiri.
Ditinjau dari sisi eksternal atau operator maka keamanan e-KTP merupakan hal utama yang sampai saat ini masih meragukan dan belum teruji. Teknologi e-KTP seharusnya dilakukan proses uji publik untuk menguji sejauhmana tingkat kemanan dari sistem yang dijalankan. Hal ini diperlukan agar data penduduk tidak dapat dibobol sehingga bisa dipergunakan untuk hal-hal yang akan merugikan pemilik e-KTP.
Persiapan e-KTP secara menyeluruh baik hal yang bersifat substansial maupaun teknis seperti SDM dan infrastruktur segera dilakukan. Selain itu proses sosialisasi dengan gencar pada masyarakat juga harus segera dilakukan.
Keberadaan e-KTP memang bisa menjadi solusi dari kelemahan penggunaan KTP konvensional. Namun penerapannya harus dipertimbangkan dengan matang. Tanpa adanya pertimbangan secara matang maka penggunaan e-KTP justru akan justru akan menimbulkan kekacauan. Uji kelayakan pada e-KTP harus dilakukan dengan bijak sehingga penerapan kebijakan tersebut tidak bersifat premature.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: