Bukan Pilihan

4 11 2011


Sebagian besar mahasiswa pernah bekerja freelance. Beragam profesi pekerjaan freelance ditawarkan mulai dari menjadi shopkeeper, SPG, bartander, tukang fotokopi dan sebagainya.
Freelance muncul sebagai fenomena yang pada dasarnya bukan pilihan dari mahasiswa tetapi cenderung disebabkan oleh kondisi dan keterbatasan. Terutama bagi mahasiswa yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Tantangan mahasiswa yang bekerja freelance adalah untuk mengelola waktu dan menentukan skala prioritas kepentingan. Tuntutan profesionalisme bekerja freelance dan perannya sebagai mahasiswa sangat tinggi. Terlebih lagi jika mahasiswa tersebut juga berposisi sebagai aktivis pergerakan.
Strategi untuk menjaga agar freelance tetap sejalan dengan studi biasanya mahasiswa memilih waktu malam untuk freelance dan siangnya untuk kuliah. Kapasistas mengorganisir waktu akan menentukan keberhasilan mahasiswa baik karier kerja maupun kuliahnya.
Freelance memberikan penghasilan tambahan bagi mahasiswa. Tetapi terkadang dapat menjadi bumerang apabila salah dalam mengelola waktu antara bekerja freelance dan kuliah.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: