Ancaman Krisis Pangan Indonesia

4 11 2011


Pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini mencapai 1,49 persen. Kondisi ini memaksa pemerintah harus berpikir keras dalam mencukupi kebutuuhan pangan Nasional. Usaha intensifikasi maupun ekstensifikasi pertanian tanaman pangan mendesak untuk dilakukan. Lahan pertanian yang semakin terbatas dan kodisi cuaca yang tidak menentu semakin memperparah permasalahan pemerintah dalam mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Fakta yang ada rata-rata 3.679 hektar lahan pertanian di tanah Jawa mengalami alih fungsi menjadi pemukiman.
Saat ini ekspansi pertanian terbatas hanya dapat dikembangkan di luar Jawa. Tetapi ekspansi ini belum dapat mengimbangi produktivitas pertanian di Jawa. Saat ini produktivitas sawah di Jawa sekitar 1,5 kali dari produktivitas sawah di luar Jawa. Hal ini mengindikasikan untuk mengekivalensikan produktivitas maka apabila di Jawa terjadi pengalihan fungsi lahan sebesar satu hektar maka perlu dilakukan pembukaan lahan sebesar 1,5 hektar lahan di luar Jawa.
Kondisi yang ideal peningkatan jumlah penduduk harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas pertanian pangan. Masalah pangan seharusnya tidak terjadi apabila pemerintah serius dalam upaya pengembangan sektor agraris di Indonesia. Apabila ditelusuri saat ini kondisi teknologi pertanian Indonesia sangat memprihatinkan apabila dibandingkan dengan negara lain seperti Vietnam dan Thailand.
Pengembangan industri pertanian belum menjadi fokus pembangunan pemerintah. Terbukti dengan masih banyaknya permasalahan pada sektor pertanian misalnya mahalnya harga pupuk, permasalahan distribusi pupuk, permasalahan distribusi benih dan sistem pembelian hasil pertanian oleh pemerintah. Selama ini pembenahan dan perbaikan terhadap kebijakan dalam pertanian memang sudah dilakukan tapi realita masih belum mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Boleh dibilang selama proses pertanian berlangsung hampir menimbulkan permasalahan mulai dari proses penanaman hingga proses memanen serta memasarkan hasil pertanian.
Fakta sejarah menunjukan sebagian besar masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya pada hasil pertanian. Bercemin pada realita tersebut seharusnya petani harus sejahtera dan dapat hidup layak dengan hasil pertanian yang diperoleh. Tetapi yang terjadi di lapangan sungguh jauh dari harapan. Petani masih belum mampu untuk hidup layak karena dihadapkan pada persoalan biaya produksi pertanian yang semakin meningkat tetapi tidak diimbangi dengan peningkatan harga hasil pertanian.
Inflasi yang tinggi semakin memperparah kehidupan petani. Terutama para petani kecil dengan lahan dan modal yang terbatas. Boleh dikatakan untuk hasil pertanian yang diperoleh hanya cukup untuk persediaan pangan saja sedangkan untuk mencukupi kebutuhan lainnya mereka harus mencari penghasilan tambahan. Salah satu alternatif yang dilakukan oleh para petani adalah dengan beternak sapi untuk menambah pendapatannya. Dengan beternak sapi ini para petani berharap mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan membiayai kebutuhan keluarganya.
Namun pada akhir tahun 2010 para petani kembali dihadapkan permasalahan yakni jatuhnya harga jual sapi. Hasil beternak sapi yang selama ini menjadi sarana untuk penghasilan tambahan bagi para petani sekarang tidak dapat lagi diandalkan. Banyak petani yang justru mengalami kerugian akibat jatuhnya harga jual sapi. Penyebab utama turunnya harga jual sapi adalah adanya indikasi kesalahan mekanisme perdagangan impor daging sapi. Daging sapi impor memiliki harga yang jauh lebih murah sehingga daging sapi lokal kehilangan daya saing di pasaran.
Permasahan yang sebenarnya mengancam adalah semakin menurunnya minat masyarakat Indonesia untuk mengembangkan industri pertanian. Dengan berbagai macam permasalahan dan dinamika yang terjadi pada sektor pertanian sangat wajar apabila banyak masyarakat yang enggan untuk terjun bertani. Dari sudut pandang kesejahteraan profesi petani dapat digolongkan pada pilihan posisi bawah apabila dibandingkan dengan profesi lainnya. Oleh karena itu wajar jika ancaman krisis pangan bangsa Indonesia memang sangat berpotensi untuk terjadi. Ancaman itu semakin jelas ketika adanya kendala dalam hal pengembangan produktivitas pertanian ditengah-tengah semakin tingginya laju pertumbuhan penduduk. Permasalahan pangan ini semakin komplek ketika sumberdaya manusia yang bersedia terjun dalam sektor pertanian semakin terbatas.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: